Nikon Camera User Comunity from Kaskus


    Memahai Shutter Count pada DSLR

    Share
    avatar
    Admin
    Administrator
    Administrator

    Posts : 18
    Points : 40
    Reputation : 1
    Join date : 2010-10-05
    Location : Jakarta

    Memahai Shutter Count pada DSLR

    Post  Admin on Wed Oct 27, 2010 11:32 am

    Tak dapat dipungkiri, kemajuan dunia fotografi belakangan ini begitu pesat semenjak semakin terjangkaunya harga kamera DSLR, bahkan beberapa produk DSLR kelas pemula ada yang mencapai kisaran harga lima jutaan. Dengan membeli kamera DSLR, seseorang akan mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang fotografi, sekaligus mendapat jaminan akan foto-foto yang berkualitas dan terhindar dari kekecewaan saat memotret memakai ISO tinggi. Semua kenyamanan itu membuat kita asyik terus memotret dan tanpa sadar dalam waktu singkat kita sudah menghasilkan ribuan foto.


    Shutter unit (credit : DP review)

    Namun tahukah anda kalau setiap jepretan pada kamera DSLR akan tercatat, dinyatakan dalam istilah shutter count. Hitungan ini mencatat sudah berapa kali kamera ini dipakai untuk memotret semenjak pertama kali dibeli. Bagian dari kamera DSLR yang dihitung sebagai shutter count adalah unit shutter yang secara mekanik akan membuka dan menutup dengan kecepatan tertentu (bisa hingga 1/8000 detik) setiap tombol rana ditekan. Pada kamera non DSLR, shutter bekerja secara elektronik sehingga lebih awet, namun di DSLR kerjanya secara mekanik sehingga suatu ketika akan rusak. Untuk itu sudah ada estimasi dan pengetesan pabrik akan berapa ‘harapan hidup’ dari shutter unit sebelum akhirnya menjadi rusak atau bermasalah.

    DSLR ekonomis telah teruji hingga 50 ribu kali jepret, dan DSLR kelas menengah bisa dipakai tanpa masalah hingga 100 ribu kali memotret. Pada DSLR kelas atas sanggup lolos uji hingga diatas 150 ribu kali jepret tanpa masalah. Namun angka ini bukan jaminan, adakalanya sebelum angka tersebut bisa juga sebuah unit shutter sudah mulai bermasalah. Ada juga yang setelah melewati angka tersebut kamera masih berfungsi dengan normal. Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi keawetan usia shutter :

    * pemakaian : bila anda tipe fotografer yang sering memakai speed tinggi (diatas 1/1000 detik), shutter pada kamera anda bekerja lebih keras
    * burst : bila anda sering memotret memakai mode continuous shooting, apalagi DSLR jaman sekarang bisa sampai 5 fps (bahkan lebih), shutter anda juga bekerja ekstra keras

    Untuk mengetahui shutter count pada kamera DSLR juga bukan hal yang mudah. Tidak ada informasi langsung di layar LCD yang menyatakan berapa kali kamera telah dipakai memotret. Bila anda mengandalkan file number yang urut dari sejak pertama membeli (misal DSC0001) anda mungkin akan terkecoh karena file number ini bisa tanpa sengaja ter-reset. Beberapa software image viewer seperti xN view memungkinkan kita melihat data shutter count pada file propertiesnya. Anda bisa juga menggunakan Opanda atau program lain. Bila anda meng-upload foto ke flickr, anda juga bisa melihat data teknis disana, lengkap dengan shutter count-nya.

    Karena shutter count ini ibarat kilometer pada mobil, maka saat kita melakukan jual beli DSLR bekas, nilai inilah yang pertama diperiksa. Bila sudah cukup tinggi, maka harga jual kamera tersebut bisa turun karena shutter kamera sudah mendekati akhir usia hidupnya. Penggantian shutter unit bisa dilakukan oleh agen resmi dengan biaya sekitar satu juta.

    Jadi belajar fotografi memakai DSLR itu di satu sisi amat tepat karena kameranya memang mendukung untuk belajar, tapi di sisi lain juga jangan sampai terlalu lama belajar, bisa-bisa saat anda sudah mahir justru shutter unitnya sudah hampir rusak.

    sumber : kamera gue

      Current date/time is Fri Nov 16, 2018 2:38 pm